SIANTAR Baru-baru ini warga Kota Pematang Siantar dihebohkan dengan adanya informasi penjualan Narkotika jenis sabu di Jalan Rakkuta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.. Dugaan transaksi narkoba jenis sabu tersebut tidak mengenal siang atau pun malam, dimana mereka bebas beroperasi tanpa mengkhawatirkan berhadapan dengan aparat Seorang kuli bangunan yang menjadi terdakwa di pengadilan Ardy Ramadhan (43) dituntut 6 tahun penjara denda Rp 800 Juta subsider 6 bulan karena kasus narkotika. Lagi Artis Tersandung Kasus Narkoba. Polisi kembali menangkap seorang artis berinisial BJ terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba pada Jumat (10/12). "Ya benar, ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Tangsel," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa saat dikonfirmasi, Sabtu (11/12). kZSptZ. Le mĂ©tro de MontrĂ©al est l'un des plus sĂ©curitaires du monde, mĂȘme LE plus sĂ»r, selon le Service de police de la Ville de MontrĂ©al. Le rĂ©seau n'est pourtant pas Ă  l'abri de la criminalitĂ© et des incidents, surtout que le nombre d'agents de surveillance diminue. Voici les stations les plus touchĂ©es par rapport Ă  leur texte de Thomas Gerbet Pour consulter la carte sur votre appareil mobile, cliquez iciï»ż Nouvelle fenĂȘtreï»ż. Au cours des derniers mois, le SPVM a dĂ©cidĂ© de changer sa stratĂ©gie en ciblant en prioritĂ© les stations les plus achalandĂ©es. Est-ce une bonne idĂ©e? Pas nĂ©cessairement, selon notre analyse de donnĂ©es. Des stations moins frĂ©quentĂ©es sont sujettes Ă  beaucoup de crimes, en proportion. MĂ©tro Beaudry 63e sur 68 stations pour l'achalandage, 2e pour la criminalitĂ© et les incidentsMĂ©tro George-Vanier 68e sur 68 stations pour l'achalandage, 6e pour la criminalitĂ© et les incidentsMĂ©tro PrĂ©fontaine 60e sur 68 stations pour l'achalandage, 4e pour la criminalitĂ© et les incidentsï»ż Nouvelle fenĂȘtreï»ż La station de mĂ©tro Berri-UQAM est de loin la plus frĂ©quentĂ©e [prĂšs de 13 millions de passages annuels], elle est donc, sans surprise, la plus touchĂ©e par les crimes et les incidents, selon les donnĂ©es du SPVM. Les policiers sont intervenus 417 fois en 2013, soit plus d'une fois par jour. Au niveau du crime par personne, on est le mĂ©tro le plus sĂ©curitaire du monde. » Les crimes violents ont diminuĂ© ces derniĂšres annĂ©es dans le rĂ©seau, selon l'inspecteur responsable de la section mĂ©tro du SPVM, Roger BĂ©lair. DĂ©but 2014, la police a fait face Ă  une vague de voleurs Ă  la tire. L'essentiel des crimes, dĂ©lits et accidents concerne des mĂ©faits, des vols, la lutte contre flĂąnage, les billets d'infraction, les personnes malades ou les objets perdus. Effectifs de sĂ©curitĂ© dans le mĂ©tro 155 inspecteurs de la STM 115 patrouilleurs du SPVM La SociĂ©tĂ© de transport de MontrĂ©al STM, qui fait face Ă  des dĂ©fis financiers, a diminuĂ© le nombre d'agents de surveillance dans le rĂ©seau. De 170 en janvier 2015, ils sont passĂ©s Ă  155 aujourd'hui. Le syndicat des chauffeurs et la FraternitĂ© des constables et agents de la paix ont dĂ©noncĂ© ces mesures rĂ©cemment. METRO,SIANTAR Satuan Narkoba Polres Siantar mengamankan 1 Bal Ganja dari Jalan Flores,Kelurahan Bantan,Kecamatan Siantar Barat, Jumat 16/12/2022. Muhammad Rangga 42 warga jalan Sibatu-Batu, Kecamatan Sitalasari ini ditangkap setelah pihak petugas mendapat informasi dari informan. “Kita dapat informasi,dari informan ada seseorang laki-laki sedang membawa 1 Bal ganja dengan mengendarai sepeda motor Honda Super 800 BK 4340 WAM,” kata Kasat Narkoba Polres Siantar AKP Rudi Panjaitan. Pada saat penangkapan,polisi melakukan pemeriksaan ditemukan dari gantungan dashboard Sepeda Motor berupa 1 buah plastik warna hitam berisi 1 buah Bal ganja berat bruto 1090 gram. Selain itu,polisi juga mengamankan 1 unit handphone merk Samsung. “Rangga mengaku bahwa ganja itu,l diperolehnya dari seorang berinisial L,” bebernya. Namun pada saat di lakukan pencarian terhadap kehilangan jejak dan tidak menemukan L. Selanjutnya,seluruh barang bukti dikumpulkan dan tersangka dibawa ke kantor Sat Narkoba Polres Pematangsiantar untuk diproses hukum.zeg METRO,SIANTAR Personel Satuan Reserse Narkoba Sat Resnarkoba Polres Pematang Siantar menangkap tiga pengedar sabu,kamis 28/4/2022. Ketiganya adalah Muhammad Rivai alias Reva 25 dan Muhammad Nurhadi alias Adi 33, warga Lorong Sukadame, Kelurahan Pondok Sayur, Kecamatan Siantar Martoba, serta Raycapri Aginta Sinulingga 21, warga Nagori Purbasari, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun. Kasat Narkoba Polres Siantar AKP Rudi Panjaitan menjelaskan,awalnya, polisi menangkap Rivai dari Jalan Pdt J Wismar Saragih, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba. Saat ditangkap, Rivai hendak bertransaksi sabu. Rivai pun sempat membuang barang bukti sabu ketika melihat kedatangan polisi. Dari Rivai, polisi menemukan barang bukti berupa 2 paket sabu yang dibalut tisu seberat 0,40 gram, 1 unit handphone merk Oppo, dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul bernomor polisi BK 6643 TAG. Kepada polisi, Rivai mengaku, sabu itu diperoleh dari Nurhadi. Polisi pun langsung mencarinya dan berhasil menangkap Nurhadi dari sekitar kediamannya. Dalam penangkapan Nurhadi, polisi menemukan barang bukti berupa 1 kotak rokok Gudang Garam yang di dalamnya terdapat 1 plastik klip berisi 6 paket sabu, 1 plastik klip berisi 3 paket sabu, 1 paket sabu di selipan plastik rokok, dan 1 unit handphone merk Samsung. Seluruh sabu yang ditemukan dari Nurhadi tersebut beratnya 1,81 gram. Tak sampai di situ, Nurhadi pun mengungkapkan, sabu tersebut diperoleh dari Raycapri. Polisi kembali melakukan pengembangan dan berhasil menangkap Raycapri dari Jalan Cokro, Gang Seika, Kecamatan Siantar Utara. Dari Raycapri, polisi menemukan barang bukti berupa 1 bungkus kotak rokok Sampoerna berisi 1 paket sabu seberat 1,3 gram, 1 bungkus plastik klip kosong, dan 1 unit handphone merk Oppo. Kepada polisi, Raycapri mengaku, sabu itu diperoleh dari seseorang berinisial A. Namun sayang, polisi belum berhasil menangkap A. “Ketiga tersangka sudah ditahan untuk diproses hukum lebih lanjut,” kata Rudi.zeg SIANTAR – Dua pengedar sabu di kota Pematangsiantar, akhirnya berhasil diamankan. Kedua pelaku yang diamankan masing-masing, Sandi Sanjaya alias Kakang 28 warga Patuan Anggi Gang Cumi-Cumi, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur dan Irwan Syahputra alias Iwan Sengok 43 warga Jalan Sibatu-Batu, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari. Keduanya ditangkap Satuan Narkoba Polres Siantar dari lokasi yang berbeda. Kasat Narkoba Polres Siantar AKP Rudi Panjaitan mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat yang sudah resah. “Informasi dari masyarakat yang sudah resah, di lapor ke kita,” kata Rudi, Kamis,7/7/2022 sekira jam WIB. Penangkapan itu sendiri berawal tersangka, Iwan Sengok di Jalan Handayani, Kelurahan Bahkapul, Kecamatan Siantar Sitalasari. “Tersangka Iwan kita tangkap, saat lagi duduk di pinggir jalan,” ucapnya. Dari tangan Iwan Sengok, diamankan barang bukti berupa 1 buah kotak rokok Surya berisi 2 paket sabu, 1 unit handphone merk Oppo dan 1 unit Sepeda Motor Yamaha Mio BK 3976 WAB. Gak sampai di sana, petugas kembali melakukan penggeledahan di rumah tersangka Iwan. Hasilnya, petugas kembali mendapati barang bukti lainnya seperti 1 buah buku catatan merk OKEY, 1 buah tas warna biru yang didalamnya ada 1 buah kotak toples warna wijau berisi 1 buah kotak rokok Sampoerna berisi 25 paket sabu, 1 unit timbangan digital, 1 buah sendok terbuat dari plastik, lalu dari dalam 1 buah kotak toples warna putih berisi 3 bungkus plastik klip kosong. “Jumlah total sabu berat brutto yang di sita dari Iwan Sengok adalah 72,1 gram,” bebernya. Tak sampai disitu, polisi juga membongkar jaringan bandar sabu lainnya Sandi Sanjaya Alias Kakang. Kakang ditangkap dari Jalan Patuan Anggi, Gang Cumi-cumi, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur. “Kakang kita tangkap dari rumah, tepatnya dari dalam kamar mandi,” sebut Rudi. Dari tersangka Kakang, petugas mengamankan barang bukti 1 buah tas sandang warna biru berisi uang sebesar Rp. unit handphone merk Samsung, 1 buah kunci rumah, 1 lembar catatan dan 1 buah buku Note Book. Selain itu, ditemukan juga 1 buah Ban Sepeda motor yang didalamnya ada 5 paket sabu. “Kedua bandar ini adalah bandar besar kota Siantar yang sudah lama kita Target. Kakang dan Iwan Sengok merupakan residivis kasus Narkoba,” pungkasnya. Red

metro siantar kasus narkoba